Selasa, 06 Oktober 2015

Pasar



Bentuk - Bentuk Pasar

A.  PENDAHULUAN
Pasar dalam arti sempit adalah tempat bertemunya penjual dan pembeli melakukan
transaksi barang dan jasa.
Pasar dalam arti luas adalah tempat bertemunya permintaan dan penawaran sehingga terjadi kesepakatan.
Pasar dari bentuknya terbagi menjadi dua:
1) Pasar konkret, pasar yang wujudnya fisik.
Contoh: pasar tradisional, pasar swalayan.
2) Pasar abstrak, pasar yang wujudnya tidak fisik.
Contoh: bursa saham, toko online.
Pasar dari sisi permintaan dan penawaran terbagi menjadi: pasar persaingan sempurna dan pasar persaingan tidak sempurna.

B.   PERSAINGAN PASAR SEMPURNA
Pasar persaingan sempurna adalah pasar yang penjual dan pembelinya tidak dapat mempengaruhi harga, sehingga harga pasar benar-benar hasil interaksi keduanya.
Ciri-ciri pasar persaingan sempurna:
1) Banyak penjual dan banyak pembeli
2) Penjual dan pembeli adalah pengikut harga (price taker)
3) Barang dan jasa yang dijual homogen
4) Penjual dan pembeli mengetahui harga dan keadaan pasar
5) Kemudahan dan kebebasanuntuk keluar-masuk pasar
     Pasar persaingan sempurna sangat sulit diwujudkan dalam kenyataan, karena menurut hukum permintaan dan penawaran, konsumen dan produsen dapat mengendalikan harga.
Kelebihan pasar persaingan sempurna:
1) Menghasilkan harga barang yang logis
2) Terjadi persaingan sehat antar produsen
Kekurangan pasar persaingan sempurna:
1) Berkurangnya pilihan karena barang bersifat homogen
2) Berkurangnya inovasi produsen karena barang bersifat homogen
3) Hanya ada dalam kondisi perekonomian ideal
Contoh pasar persaingan sempurna misalnya, pasar beras dan pasar sayur-mayur.

C.   PASAR PERSAINGAN TIDAK SEMPURNA
Pasar persaingan tidak sempurna adalah pasar yang penjual dan pembelinya dapat mempengaruhi harga. Pasar persaingan sempurna terdiri dari:  

1.  PASAR MONOPOLISTIK
Pasar monopolistik adalah pasar yang mendekati pasar persaingan sempurna dan pasar monopoli.
Ciri-ciri pasar monopolistik:
1) Banyak penjual namun tidak sebanyak pasar persaingan sempurna
2) Penjual dapat mengendalikan harga
3) Barang dan jasa yang dijual heterogen
4) Adanya persaingan ketat antar produsen
Kelebihan pasar monopolistik:
1) Produsen dapat memperoleh keuntungan lebih besar
2) Memacu inovasi dan kreativitas produsen
3) Pembeli tidak mudah berpindah produk
Kekurangan pasar monopolistik:
1) Adanya persaingan ketat antar produsen
2) Biaya untuk memasuki dan menguasai pasar monopolistic mahal (iklan, promosi, uji kualitas produk)
Contoh pasar monopolistik adalah pasar ponsel dan smartphone, pasar komputer, pasar koran,
pasar shampoo, pasar makanan ringan, dan lain-lain.

2.  PASAR MONOPOLI
Pasar monopoli adalah pasar yang dikuasai oleh satu penjual
Ciri-ciri pasar monopoli:
1) Satu penjual dan banyak pembeli
2) Tidak ada produsen lain yang memproduksi barang substitusi
3) Pembeli tidak punya pilihan lain
4) Keuntungan terpusat pada satu produsen
5) Harga ditentukan produsen
6) Diatur oleh pemerintahdan UU
Pasar monopoli dapat muncul akibat:
1) Aturan dari pemerintah dan UU
2) Penggabungan berbagai macam perusahaan menjadi perusahaan besar
3) Adanya hak cipta atau hak paten produk
Peran pemerintah dalam mencegah monopoli antara lain:
1) Mencegah munculnya monopoli dengan memonopoli
2) Memberlakukan UU antitrust (pelarangan penggabungan perusahaan)
3) Memberi izin kepada produsen lain untuk memproduksi barang yang dimonopoli
4) Menambah penawaran dengan impor
5)Penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) di pasar monopoli
Kebaikan pasar monopoli:
1)Keuntungan yang didapat produsen tinggi
2) Melindungi barang dan jasa yang menguasai hajat hidup dari produsen yang semena-mena
Keburukan pasar monopoli:
1) Tidak dapat dimasuki karena diatur pemerintah dan UU
2) Pembeli tidak punya barang substitusi atau pilihan lain
3) Keuntungan terpusat di satu produsen
4) Dapat terjadi eksploitasi pembeli dengan permainan harga
Contoh pasar monopoli antara lain adalah monopoli listrik, monopoli bahan bakar.

3.   PASAR OLIGOPOLI
Pasar oligopoli adalah pasar yang dikuasai oleh beberapa penjual saja.
Ciri-ciri pasar oligopoli:
1) Hanya beberapa penjual dan banyak pembeli
2) Barang dan jasa yang dijual cenderung homogeni dengan sedikit inovasi
3) Produsen baru dapat masuk ke pasar walau sulit
4) Penjual dapat mengandalikan harga
5) Adanya saling ketergantungan antar produsen
6) Adanya persaingan ketat antar produsen
Kebaikan pasar oligopoli:
1) Penjual dapat mengendalikan harga
2) Perang harga antar produsen dapat menimbulkan keuntungan bagi konsumen
Keburukan pasar oligopoli:
1) Adanya persaingan ketat antar produsen
2) Sering terjadi perang harga
3) Butuh investasi besar untuk masuk ke dalam pasar
4) Dapat terjadi kartel atau kerjasama antar produsen yang menghasilkan pasar monopoli.
Contoh pasar oligopoli adalah pasar kartu perdana ponsel, pasar mobil, pasar motor, pasar semen, dan lain-lain.

4.  PASAR MONOPSONI DAN OLIGOPSONI
Pasar monopsoni adalah pasar dengan pembeli tunggal dan penjual banyak.
Pasar oligopsoni adalah pasar dengan beberapa pembeli dan penjual banyak.
Ciri-ciri pasar monopsoni dan oligopsoni:
1) Pembeli tunggal atau beberapa pembeli dan
banyak penjual
2) Barang yang diperjualbelikan adalah bahan baku
3) Pembeli umumnya merupakan produsen juga
4) Pembeli dapat mempengaruhi harga
Contoh dari pasar monopsoni dan oligopsoni:
· Suatu perusahaan yang menggunakan bahan baku kopi untuk membuat produknya akan meminta biji kopi dari berbagai perkebunan.
· Seorang peternak susu sapi hanya dapat menjual susu sapinya kepada suatu
perusahaan saja karena di sekitar daerahnya tidak ada perusahaan lain yang membutuhkan susu sapinya.

Kesimpulan: Pasar ternyata memiliki bentuk yang bermacam” dan memiliki kelebihan kekurangan ditiap bentuknya sesuai dengan ciri yang dimiliki oleh pasar tersebut.

https://materi78.files.wordpress.com/2013/06/pasar_eko1_1.pdf

Tidak ada komentar:

Posting Komentar