Selasa, 07 Juni 2016

Pencegahan Resiko Pengeroposan Tulang Pada Wanita



Pencegahan Resiko Pengeroposan Tulang Pada Wanita

Dr. Nicolaas Budhiparama menjelaskan, untuk mengetahui kondisi tulang terutama pada perempuan usia >40 tahun, perlu pemeriksaan bone mineral density (kepadatan tulang) “Osteoporosis adalah silence disease. Tidak ada gejala, tiba-tiba tulang patah, hancur, atau tubuuh bertambah pendek” Ujarnya.
Patah tulang akibat osteoporosis kerap terjadi di daerah tulang belakang dan panggul, menyebabkan nyeri menahun dan kecacatan. Pergelangan tangan juga rawan patah. Maka, pencegahan menjadi penting. Penelitian pada pria dan wanita Indonesia usia 35-55  tahun (2012-2013) menyimpulkan, konsumsi susus tinggi kalsiu 2x sehari dapat menurunkan pengambilan kalsium dari tulang dan membantu mempertahankan kalsium tulang. Penelitian ini dilakukan Fonterra Brands Indonesia bekerja sama dengan PEROSI.
Hasil riset ini memperkuat penelitian serupa, yang di liris tahun lalu padawanita pasca menopause oleh tim gabungan dari Massey University, St. Thomas Hospital, Inggris, Departemen Obstetri dan Ginekologi FKUI/RSCM dan Fonterra Brands Ltd. Riset ini menunjukan, konsumsi susu diperkaya kalsium dan vitamin D selama 2 minggu dapat menurunkan plasma C-telepeptid of type 1 collagen (CTX), sebuah penanda pelepasan mineral (kalsium) tulang. Berarti, resiko osteoporosis turun.
Kita juga perlu aktif bergerak. Tidak selalu harus ke gym. Bisa jalan kaki, berenang, bersepeda, naik turun tangga daripada naik lift atau escalator. Pergi kuliah atau ke kantor naik sepeda, atau parkir kendaraan dilokasi yang lumayan jauh lalu jalan kaki ke tempat yang dituju.
Dr. Ade Jeanne D.L.Tobing, Sp.KO (sepesialis kedokteran olahraga) dari FKUI menyatakan, senam osteoporosis selama 14 minggu pada wanita usia 25-35 tahun membuat kekuatan dan kepadatan tulang mereka meningkat siginifikan. “Latihan 3x seminggu selama 1 jam, termasuk latihan untuk kesehatan jantung dan paru” ujarnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar