Pencegahan Resiko Pengeroposan
Tulang Pada Wanita
Dr.
Nicolaas Budhiparama menjelaskan, untuk mengetahui kondisi tulang terutama pada
perempuan usia >40 tahun, perlu pemeriksaan bone mineral density (kepadatan
tulang) “Osteoporosis adalah silence
disease. Tidak ada gejala, tiba-tiba tulang patah, hancur, atau tubuuh
bertambah pendek” Ujarnya.
Patah
tulang akibat osteoporosis kerap terjadi di daerah tulang belakang dan panggul,
menyebabkan nyeri menahun dan kecacatan. Pergelangan tangan juga rawan patah. Maka,
pencegahan menjadi penting. Penelitian pada pria dan wanita Indonesia usia
35-55 tahun (2012-2013) menyimpulkan,
konsumsi susus tinggi kalsiu 2x sehari dapat menurunkan pengambilan kalsium
dari tulang dan membantu mempertahankan kalsium tulang. Penelitian ini
dilakukan Fonterra Brands Indonesia bekerja sama dengan PEROSI.
Hasil
riset ini memperkuat penelitian serupa, yang di liris tahun lalu padawanita
pasca menopause oleh tim gabungan dari Massey University, St. Thomas Hospital,
Inggris, Departemen Obstetri dan Ginekologi FKUI/RSCM dan Fonterra Brands Ltd.
Riset ini menunjukan, konsumsi susu diperkaya kalsium dan vitamin D selama 2
minggu dapat menurunkan plasma C-telepeptid
of type 1 collagen (CTX), sebuah penanda pelepasan mineral (kalsium)
tulang. Berarti, resiko osteoporosis turun.
Kita
juga perlu aktif bergerak. Tidak selalu harus ke gym. Bisa jalan kaki,
berenang, bersepeda, naik turun tangga daripada naik lift atau escalator. Pergi
kuliah atau ke kantor naik sepeda, atau parkir kendaraan dilokasi yang lumayan
jauh lalu jalan kaki ke tempat yang dituju.
Dr.
Ade Jeanne D.L.Tobing, Sp.KO (sepesialis kedokteran olahraga) dari FKUI
menyatakan, senam osteoporosis selama 14 minggu pada wanita usia 25-35 tahun
membuat kekuatan dan kepadatan tulang mereka meningkat siginifikan. “Latihan 3x
seminggu selama 1 jam, termasuk latihan untuk kesehatan jantung dan paru”
ujarnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar