Selasa, 07 Juni 2016

Singkong Pereda Sakit Maag



Singkong Pereda Sakit Maag

Rasa perih, mual dan kembung bisa jadi merupakan gejala penyakit maag, gangguan lambung ini seringkali menyerang orang yang memiliki pola makan tidak teratur atau bisa jugadisebabkan Karena adanya mikroorganisme tertentu dan tak jarang maag juga bisa dipicu oleh konsumsi obat.
Maag bisa disembuhkan tetapi tidak bisa sembuh total, maagh adalah penyakit yang dapat kambuh apabila si penderita tidk makan teratur, terlalu banyak makan, atau sebab lain. Biasanya untuk meredakan atau menyembuhkannya penderita harus mengkonsumsi obat jika diperukan. Tetapi maag dapat dicegah, yaitu  dengan cara makan teratur, makan secukupnya, dan menjaga kebersihan makanan dan tangan.
Ketela pohon atau singkong adalah umbi-umbian yang dikenal luas dimasyarakat Indonesia karena selain sebagai penghasil karbohidrat yang dapat menggantikan nasi sebagai makanan pokok juga dapat diolah dengan beragam cara menjadi cemilan yang lezat. Selain sebagai bahan pangan ternyata singkong juga dapat dijadikan obat bagi para penderita maag.
Pernahkah anda mengkonsumsi singkong mentah? Ternyata rasanya tidak terlalu buruk juga dengan tekstur berserat dan warna putih bersihnya ternyata singkong dapat menjadi obat untuk meringankan orang yang sakit maag. Kandungan serat yang terkandung didalamnya dapat membantu proses pencernaan, beberapa cara mengkonsumsi singkong sebagai obat diantaranya:
1.      Diblender dalam kondisi mentah kemudian diminum seperti jus
2.      Diparut dan diperas kemudian direbus dan diminum airnya
3.      Dikonsumsi dalam kondisi matang dengan hanya merebus / mengkukus singkong dan dimakan seperti cemilan
Sebaiknya gunakan singkong yang berwarna putih bersih dan tidak terlalu lama disimpan, Umbi Singkong tentu mengandung senyawa bracun alami yang bernama glikosida sianogen linamarin dan metil-linamarin. Namun mengupas singkong akan mengurangi kandungan sianida,pengeringan dan perendaman, perebusan akan menguapkan senyawa ini, yang membuatnya aman untuk dikonsumsi manusia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar